Berita
UMP Borong Akreditasi A, Optimis Unggul
Kamis 15 Oktober 2020      Berita
UMP Borong Akreditasi A, Optimis Unggul

Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus berkembang pesat dengan memborong akreditasi A setelah berhasil masuk dalam daftar 50 perguruan tinggi terbaik sedunia.

"Alhamdulillah di awal tahun ajaran ini, banyak program studi (prodi) di UMP yang berhasil memperoleh akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) seperti Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Biologi, dan Akuntansi," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Jebul Suroso, di Purwokerto, Rabu (14/10). 

Menurut dia, perolehan akreditasi A tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh civitas academica UMP yang cukup membanggakan. 

"Setelah bekerja keras memenuhi persyaratan, alhamdulillah sudah banyak prodi di UMP yang memperoleh akreditasi A," tegasnya.

Optimis raih akreditasi unggul 

Sementara itu, Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho menargetkan perguruan tinggi Muhammadiyah di Purwokerto tersebut bisa meraih akreditasi institusi tertinggi, yakni akreditasi dengan nilai unggul. 

"Berdasarkan simulasi dari nilai borang yang kita lakukan, kita bisa mencapai nilai unggul itu. Tinggal nanti pembuktian divisitasi. Mudah-mudahan visitasinya sesuai dengan harapan. Kita bisa menyiapkan kebutuhan visitasi sebaik-baiknya, sehingga asesor menilai bahwa kita betul-betul layak untuk mendapatkan nilai unggul," jelasnya. 

Menurut dia, target nilai unggul untuk akreditasi model baru memakai instrumen baru merupakan penilaian tertinggi di atas nilai A standar penilaian lama. 

Dari jumlah guru besar dan doktor, kata dia, UMP sudah memenuhi untuk persyaratan menuju nilai unggul.

"Misalnya, di sini (Purwokerto, red.) ada yang meraih nilai A, kalau nanti UMP bisa meraih nilai unggul, berarti UMP berada di atasnya. Artinya, UMP menjadi kampus yang terbaik," katanya.

Ia mengatakan jika UMP nantinya bisa meraih nilai akreditasi unggul, maka tugas dan tantangan ke depan lebih berat untuk mewujudkan menjadi kampus yang terkemuka.

"Kita punya modal untuk bisa mewujudkan itu, makanya kita selalu mendorong semua civitas academica, termasuk kalangan dosen dan pejabat-pejabat untuk selalu peka terhadap perubahan," ujarnya.

Dinamika perubahan secara ekternal, kata dia, berlangsung begitu cepat sehingga permintaan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewujudkan kampus merdeka, perlu direspons dengan perubahan yang cepat.

"Kita harus mampu melibat perubahan-perubahan itu dan mencoba menyesuaikan perubahan-perubahan itu supaya kita tidak tertinggal. Bahkan, kita mendorong UMP bisa menjadi salah satu pemimpin dalam perubahan. Yang belum dilakukan orang lain, kita lakukan duluan. Ini yang namanya memimpin perubahan," tandasnya. (tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini