Berita
Enam dosen UMP Menjadi Pemakalah di Turki
Senin 8 Juli 2019      Berita
Enam dosen UMP Menjadi Pemakalah di Turki

Sebanyak enam dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi pemakalah dalam konfrensi internasional pada 27-29 Juni 2019 di Kampus Kavecik Medipol University, Istanbul, Turki.

Agenda tersebut merupakan acara The 2nd International Conference on Language, Education, and Culture (ICLEC) 2019 yang di selenggarakan oleh Medipol University bekerja sama dengan EBSCO, Ankara Yıldırım Beyazıt University (Turkey), Euro-Balkan University (Macedonia), Global Listening Center (USA), Girne American University (Cyprus), dan Cyprus Science University (Cyprus).

"ICLEC merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan tujuh lembaga di empat negara, yakni Siprus, Turki, Macedonia, dan Amerika Serikat. Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah kegiatan perdana yang digelar di Siprus, dan suatu keberuntungan karena UMP kali ini dapat mengirimkan enam dosen untuk berpartisipasi aktif pada acara tersebut," kata salah seorang delegasi UMP, Khristianto di Purwokerto, Senin (8/7).

Enam dosen yang menjadi delegasi UMP, ini berasal dari berbagai bidang ilmu, yakni tiga dosen Fakultas Sastra yang masing-masing menyajikan makalah tentang English Language Teaching (ILT), linguistik lanskap, dan pemanfaatan WAG untuk produksi karya literasi.

Satu orang delegasi Dosen PPKn mempresentasikan tentang pentingnya akta pemufakatan dalam sengketa waris sebagai bentuk legalisasi kearifan lokal, sedangkan seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis menyoroti faktor-faktor yang berpengaruh terhadap individu untuk menjadi seorang wirausahawan.

Sementara dosen Fakultas Agama Islam menjelaskan tentang program pengembangan kesejahteraan rohani bagi warga lanjut usia melalui kegiatan berbasis masjid dalam konteks budaya Islam.

"Panitia penyelenggara begitu kooperatif dalam melayani peserta yang datang dari jarak yang begitu jauh, khususnya delegasi UMP. Terbang selama 15 jam adalah pengalaman pertama bagi kebanyakan anggota, ditambah perjalanan darat yang cukup di Indonesia menjadikan rute ini cukup melelahkan," kata Khristianto.

Ia mengatakan konferensi yang berlangsung selama tiga hari itu dihadiri oleh pembicara pleno yang sangat berbobot serta merupakan guru besar dari berbagai negara, antara lain Turki, Irak, Arab Saudi, dan Macedonia.

Menurut dia, para pembicara pleno menyajikan isu-isu mutakhir dalam bidang kajian mereka, sedangkan para penyaji yang ikut berbagi pengalaman dan keahliannya jauh lebih beragam. 

"Mereka hampir mewakili seluruh benua yang ada. Yang paling mendominasi secara jumlah adalah para pembicara dari Eropa," kata Dosen Fakultas Sastra UMP itu.

Lebih lanjut, ia mengatakan panitia sangat membantu delegasi UMP karena dengan senang hati mengatur agar enam dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah itu dapat menyajikan makalahnya pada hari yang sama.

"Materi yang mutakhir dan berbobot dari para pembicara dan penyaji, serta workshop-workshop yang sangat praktikal untuk diterapkan di lapangan menjadi oasis bagi kelelahan yang terasa. Keindahan alam Istanbul dan keramahan saudara muslim di sana menggoreskan kesan biru yang mendalam tentang ICLEC 2019. Semoga ke depan UMP dapat mengirimkan delegasi kembali untuk hadir di Turki, Macedonia, atau Amerika Serikat," pungkasnya.(Tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini