Berita
Datangi Bupati Purbalingga, UMP Rintis Desa Mitra
Sabtu 15 Juni 2019      Berita
Datangi Bupati Purbalingga, UMP Rintis Desa Mitra

Jajaran Pimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendatangi kantor Pemerintahan Kabupaten Purbalingga untuk menggagas kerjasama pengembangan potensi yang ada. Dalam pertemuan yang dilaksanakan di ruang kerja Bupati, Kamis (13/6) ini dibahas terkait rintisan desa mitra yang menjadi program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayrakat (LPPM) UMP.

Rektor UMP Dr Anjar Nugroho dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa UMP telah menghasilkan beberapa penelitian pertanian, salah satunya yakni tentang bibit kelapa kopyor.

“Kami punya penelitian kelapa kopyor, dimana umumnya kelapa ini cenderung langka dan tidak pasti setiap pohon kelapa terdapat yang kopyor. Kami kembangkan bibit kelapa yang bisa menghasilkan setiap kelapanya kopyor,” katanya.

Selain itu, Rektor juga menawarkan agar temuan tersebut dapat disosialisasikan atau dijadikan program pemerintah dalam pengembangan perkebunan kopyor bagi masyarakat. Rektor menuturkan kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

“Ini cukup menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat, dimana setiap kelapa kopyor biasanya memiliki nilai jual mencapai  Rp 20.000 - 35.000 padahal dengan cara perawatan yang sama dengan pohon kelapa pada umumnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat menerima kunjungan Rektor UMP Dr Anjar Nugroho dan jajarannya mengatakan, Pemkab Purbalingga menggagas kerjasama pengembangan potensi pertanian. Caranya dengan menggandeng perguruan tinggi  untuk melakukan inovasi potensi pertanian yang ada di wilayah tersebut.

Tiwi menyampaikan, inovasi pertanian yang diciptakan UMP itu sejalan dengan potensi Kabupaten Purbalingga yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan sektor pertanian, termasuk 30 persen PDRB-nya disokong dari sektor pertanian.

“Ini cukup related juga dengan potensi yang ada di Purbalingga. Ini suatu saat bisa dikembangkan di daerah Bukateja,” katanya.

Bupati juga menyampaikan beberapa kebutuhan ilmiah masyarakat Purbalingga khususnya problem produktifitas pertanian. Dimana barangkali problem ilmiah tersebut nantinya juga bisa dicarikan solusi juga oleh pihak UMP.

Beberapa kebutuhan ilmiah masyarakat Purbalingga tersebut diantaranya yakni produktifitas rumput Kasuran bahan pembuatan wayang suket.

“Kerajinan wayang suket ini memiliki nilai seni yang tinggi dan memiliki nilai jual sebagai souvenir/kenang-kenangan khas Purbalingga. Hanya saja bahan bakunya hanya bisa didapat pada musim-musim tertentu, sehingga ini menghambat produktifitas. Semoga ini bisa menjadi bahan penelitian UMP untuk dicarikan solusinya,” pungkasnya.(tgr)

Berita Terkait

Tidak ada artikel terkait

UMP Terkini