Dalam QS 35:19-22 “Dan tidak sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas, dan tidaklah (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati…”. Ada banyak orang yang masih beredar darahnya dan berdenyut jantungnya tetapi Allah menilai mereka telah mati, mereka adalah orang-orang kafir dan para musyrikin yang telah mati hatinya.
Menginjak tahun kedua, internasionalisasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) makin mantap. Tekadnya untuk menggaungkan nama UMP di perspektif global tidak pernah main-main, berjalan simultan dan terencana. Seperti yang dilakukan oleh delegasi UMP April lalu melakukan kunjungan ke Jepang, membuka peluang kerjasama strategis.
Menjelang Kongres Mahasiswa yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, Komsisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar Diskusi Akbar, Selasa (14/5). Mengangkat tema “Membentuk Pemimpin Yang Ideal” Diskusi Akbar KPU-M ini menjadikan Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi irsyad, MH sebagai keynote speaker. Selain itu hadir juga Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI), H. Mintaraga Emansurya, Lc. MA, yang membahas sosok pemimpin ideal menurut pandangan Islam. Bertempat di halaman depan Kantor Pusat UMP, acara dihadiri seluruh lembaga mahasiswa dan Kaprodi.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto memiliki kepedulian tinggi pada atlit berprestasi. Tidak sedikit pegawai UMP adalah atlit berprestasi yang pernah mengharumkan nama Kabupaten Banyumas di tingkat nasional dan internasional. Muchammad Rizal Affandi, SE, pria kelahiran 19 November 1978 ini telah bekerja di UMP sejak tahun 2002. Ia mendapatkan rekomendasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Bupati Banyumas sebagai salah satu atlit berprestasi yang disalurkan ke dunia kerja. UMP pun menyambut baik hal ini, Rizal bergabung menjadi pegawai UMP.
Luar biasa, Fakultas Sastra Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menggelar COTEFL 5th (Conference on Teaching English as a Foreign Language) yang bertempat di aula AK. Anshori, Kantor Pusat UMP. Ini merupakan agenda tahunan fakultas sastra UMP sekaligus juga rangkaian kegiatan memeriahkan milad UMP yang ke 48. Acara ini berlangsung selama 2 hari, 11-12 mei 2013 mengusung tema “Redefining English Teaching: Policies and Practices” Ketua panitia, Santhy Hawanti Phd menjelaskan bahwa tema ini diangkat karena sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia berkaitan dengan kurikulum 2013. “Ini berkaitan dengan profesionalisme harus mencakup standar untuk isi, proses, kompetensi, guru, fasilitas, peralatan, manajemen, ketetapan pendidikan dan evaluasi, “ kata Santhy.
Belum genap satu tahun usianya, organisasi kepanduan Hizbul Wathan (HW) Qobilah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sudah mulai disibukan dengan aktivitasnya. Mendapat kepercayaan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Banyumas, Sabtu (11/5), Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang bermarkas di UMP ini menggelar Rapat kerja (Raker) guna menyusun materi Syarat Kenaikan Tingkat (SKT). Acara yang bertempat di Fakultas Agama Islam UMP ini diikuti seluruh Dewan Sugli Qobilah UMP.
Rabu (8/5) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Purwokerto (PBSI UMP) menggelar pelatihan karya ilmiah jurnal yang diikuti oleh guru SMP se Kabupaten Banyumas. Ketua Program Studi PBSI, Drs. Eko Suroso, Mpd mengatakan tujuan pelatihan ini adalah menciptakian persamaan persepsi kita semua tentang karya ilmiah jurnal. “Pelatihan jurnal menjadi penting. Ya, salah satu syarat kenaikan pangkat adalah membuat karya ilmiah jurnal. Oleh karena itu penting kiranya pelatihan untuk kita semua, “ kata Eko.
Tongkat estafet Duta Generasi Berencana (GenRe) nampaknya masih dipegang oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Jika tahun 2012 lalu wakil dari UMP berhasil meraih juara 1 Duta GenRe se Kabupaten Banyumas, juara 3 Duta Mahasiswa GenRe tingkat provinsi dan juara favorit tingkat provinsi maka di tahun ini pun tidak kalah. Ayu Wulandari, mahasiswa Fakultas Sastra Inggris UMP ini berhasil menjadi juara 1 Duta GenRe Banyumas dan berhak mewakili Banyumas di tingkat provinsi. Hasilnya pun tidak sia-sia, pada bulan April lalu, Ayu berhasil meraih juara 2 Duta mahasiswa GenRe 2013. Seperti tidak mau kalah dengan pendahulunya (Ken Ardhacandra Puspacarira, mahasiswa psikologi UMP), Ayu pun menyabet juara favorit Duta Mahasiswa GenRe 2013 tingkat Jawa Tengah.
Perkembangan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) begitu pesat, bukan hanya dari aspek infrastruktur atau jumlah mahasiswanya tapi juga dari ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pun tidak kalah. UMP memiliki sederet pegawai (tenaga akademik dan non akademik, dosen atau karyawan) yang memiliki kompetensi terbaik di bidangnya masing-masing. Menyikapi hal ini, UMP pun tidak tinggal diam, melalui Biro Sumber Daya Manusia (BSDM) yang bekerja sama dengan Lembaga Jaminan Mutu mengadakan orientasi kerja yang diperuntukkan bagi pegawai baru.